CORONA MEMBUAT STRESS, BAGAIMANA CARA MENGATASI SEMUA ITU?
Coronavirus Disease 2019
(Covid-19) merupakan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada
bulan Desember 2019. Penyebaran dan transmisi covid-19 ini sangat cepat
sehingga menjadi kasus pandemi di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Dengan adanya kasus covid-19 di Indonesia, tentu tidak heran masyarakat menjadi
khawatir.
Terlebih lagi, kasus yang semakin meningkat setiap
harinya. Bahkan pada bulan Agustus kasus semakin menaik menjadi 2.090 kasus menurut
data Tribun News. Ini artinya, kasus menjadi semakin meningkat dan tingkat
penyebaran semakin besar. Penyebaran kasus ini berdampak bagi tatanan kehidupan
masyarakat. Oleh karena itu, untuk meminimalisir penularan banyak hal yang
harus diperhatikan karena kasus ini mengakibatkan gangguan psikologi masyarakat
berupa kecemasan yang berlebihan. Keadaan ini semakin diperparah oleh kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang covid-19 (Ausriyanti, Andayani, Surya, 2020).
Kurangnya pengetahuan akan virus covid-19 menyebabkan masyarakat menjadi
ketakutan dan khawatir yang berlebihan sehingga menimbulkan ciri-ciri atau
gejala stres. Stres adalah respons tidak spesifik tubuh terhadap berbagai
tuntutan. Jadi, stres tergantung dari bagaimana kita merensponnya. Misalkan,
jika stres menjadikan kita menjadi lebih produktif dan kreatif tentu itu akan
bermanfaat bagi kita. Sebaliknya, jika stres menjadikan kita menjadi takut,
khawatir, dan menjadi penyakit tentu akan berbahaya bagi kita (Hans Selye, 1956).
Lalu, apa saja ciri-ciri stres? Sakit kepala, bola mata
membesar, tangan menjadi dingin, gelisah, nafsu makan turun, dan menarik diri
dari lingkungan sosial (Ronald & Paul, 1987). Seseorang yang mengalami
stres tentu saja tidak baik bagi fisik dan mentalnya, seperti pada ciri-ciri
diatas.
Lantas, apa saja dampak yang ditimbulkan jika penyakit
ini semakin dibiarkan di tubuh kita? Dampak stress dibagi menjadi dua, yaitu
internal (dari dalam) dan eksternal (David, 2016). Pada kasus covid-19 ini,
dampak stress dipengaruhi oleh eksternal. Dalam hal ini, pentingnya kita
menyaring informasi yang tepat sehingga kita tidak merasa khawatir tentang
adanya covid-19 ini dan tidak menimbulkan stres yang berkepanjangan.
Trus, bagaimana caranya kita menangani stress ini? Berikut
solusi cara untuk mengatasi stress tersebut, yaitu:
1. Membangun
jaringan sosial
Dengan membangun jaringan sosial maka
kamu punya teman-teman yang saling membantu dan memberi dukungan satu sama lain
sehingga kekhawatiranmu akan hilang dan tergantikan oleh sikap positif yang
dimiliki oleh teman-temanmu.
2. Daya
Guna Pikiran
Dalam
hal ini, daya guna pikiran bisa menggunakan teknik terapi kognitif. Terapi
kognitif adalah teknik yang paling banyak digunakan untuk mengelola kegelisahan
dan depresi. Teknik ini membantu penggunanya untuk mengerti bagaimana
terjadinya pikiran negatif yang menimbulkan masalah pada dirinya. Setelah itu,
teknik ini juga membantu untuk membangun pikiran yang baru, masuk akal, dan
seimbang.
3. Manajemen
waktu
Dalam
hal ini, kamu bisa menggunakan teknik ‘Pareto’ yang dicetuskan oleh ekonom
Italia bernama Vilfredo Paredo. Jadi, luangkan 20% waktu untuk mengatur
rencanamu selanjutnya 80% adalah sisanya. Misalkan, buat rencana aktivitasmu
selama 15 menit maka manfaat yang kamu rasakan 23 jam 35 menit sisanya. Hal ini
juga berlaku untuk rencana mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Coba pratekkin
ya!
4. Relaksasi
Teknik-teknik
relaksasi ada banyak nih yang bisa kamu coba. Bisa menggunakan imagery
(bayangan perbandingan), meditasi, dengerin musik, menonton film atau series
yang kamu suka, yoga, dan teknik fisik berupa pernapasan dalam dan PMR
(Relaksasi Otot Progresif).
Nah,
jadi jangan lupa dipraktekkin yaa teknik manajemen stres mana yang paling kamu
suka, Okee?
DAFTAR
PUSTAKA
Ausriyanti, R., Andayani, R.P., Surya, D.O,. &
Suryani, U. 2020. Edukasi Pencegahan Penularan Covid-19 serta Dukungan
Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Pengemudi Ojek Online. Jurnal Peduli
Masyarakat. Volume 2. Halaman 59-64.
Dunkley, M. David., Lewkowski, Maxim., Lee, Ihno A.,
Preacher, Kristopher J., dkk. 2016. Daily Stress, Coping, and Negative, and
Positive Affect in Depression: Complex Trigger and Maintenance Patters. Netherlands:
Elsevier Ltd.
Mutawalli, Lalu., Setiawan, Sabar., & Saimi. 2020.
Terapi Relaksasi Otot Progresif sebagai Alternatif Mengatasi Stress Dimasa
Pandemi Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan.
Volume 4, No. 3.
Media, Nexx Inc. 2005. Jinakkan Stress: Kiat Hidup
Bebas Tekanan. Bandung: Books & Magazine Distribution Company.
Nathan, G. Ronald., Staats, E. Thomas., Rosch, J.
Paul. 1987. The Doctors' Guide to Instant Stress Relief: A Psychological and
Medical System. New York: Putnam Pub Group.
Selye, H. 1986. The Stress of Life. New York:
McGraw-Hill.
Komentar